Kenapa Preset Lightroom Tidak Cocok di Semua Foto? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Kenapa preset Lightroom tidak cocok di semua foto

Pernah menggunakan preset Lightroom yang terlihat bagus pada foto orang lain, tetapi ketika diterapkan ke foto sendiri hasilnya justru terlihat terlalu gelap, terlalu terang, terlalu orange, atau bahkan berbeda jauh dari preview?

Kalau pernah mengalami hal tersebut, kamu tidak perlu langsung menganggap presetnya bermasalah.

Salah satu hal yang perlu dipahami ketika mulai menggunakan Lightroom adalah preset tidak akan selalu menghasilkan tampilan yang sama pada setiap foto.

Setiap foto memiliki kondisi yang berbeda. Ada foto yang diambil pada siang hari, sore hari, malam hari, di dalam ruangan, atau di tempat dengan pencahayaan yang sangat berbeda.

Bahkan dua foto yang diambil menggunakan smartphone yang sama pun dapat menghasilkan tampilan berbeda karena exposure, white balance, warna objek, dan kondisi cahaya tidak selalu sama.

Karena itu, preset Lightroom sebaiknya dipahami sebagai dasar atau titik awal editing, bukan hasil akhir yang harus selalu digunakan tanpa penyesuaian.

Pada artikel sebelumnya, kita sudah membahas cara menggunakan preset Lightroom di HP untuk pemula . Setelah mengetahui cara menerapkan preset, langkah berikutnya adalah memahami kenapa hasil preset bisa berbeda pada setiap foto.

Di artikel ini kita akan membahas penyebabnya sekaligus cara menyesuaikan preset agar hasil editing tetap terlihat natural.

Kenapa Preset Lightroom Tidak Cocok di Semua Foto?

Preset Lightroom pada dasarnya adalah kumpulan pengaturan editing yang sudah disimpan sehingga bisa digunakan kembali pada foto lain.

Pengaturan tersebut dapat mencakup exposure, contrast, highlights, shadows, whites, blacks, temperature, tint, saturation, color mix, effects, dan berbagai pengaturan lainnya.

Ketika preset diterapkan, Lightroom akan menggunakan pengaturan tersebut terhadap foto yang sedang kamu edit.

Masalahnya, kondisi setiap foto tidak pernah benar-benar sama.

Misalnya sebuah preset dibuat berdasarkan foto outdoor dengan cahaya yang cukup. Ketika preset tersebut diterapkan pada foto indoor yang jauh lebih gelap, hasilnya tentu bisa berbeda.

Begitu juga sebaliknya. Preset yang terlihat bagus pada foto gelap bisa saja membuat foto yang sudah terang menjadi terlalu terang.

Jadi, perbedaan hasil tersebut sebenarnya merupakan hal yang normal.

1. Perbedaan Pencahayaan

Pencahayaan merupakan salah satu faktor paling besar yang memengaruhi hasil preset Lightroom.

Foto yang diambil ketika matahari sedang terik memiliki karakter cahaya yang berbeda dengan foto yang diambil saat sore atau ketika cuaca mendung.

Foto indoor juga memiliki karakter yang berbeda tergantung sumber lampunya.

Contohnya, foto yang diambil di bawah lampu warm dapat memiliki warna dasar kekuningan. Jika kemudian diterapkan preset yang juga memiliki karakter warm, hasil akhirnya mungkin menjadi terlalu kuning atau orange.

Karena itu, sebelum menerapkan preset, biasakan melihat kondisi cahaya pada foto.

2. Exposure Foto Tidak Sama

Exposure menentukan seberapa terang atau gelap sebuah foto.

Dua foto dengan objek yang sama dapat menghasilkan tampilan berbeda jika exposure awalnya berbeda.

Misalnya foto pertama sudah cukup terang. Ketika preset diterapkan dan preset tersebut memiliki karakter yang meningkatkan brightness, foto bisa terlihat terlalu terang.

Sebaliknya, foto yang sudah gelap bisa menjadi semakin gelap jika preset memiliki karakter dark atau contrast yang cukup kuat.

Oleh karena itu, setelah menerapkan preset, biasakan mengecek exposure terlebih dahulu.

3. White Balance Berbeda

White balance juga sangat memengaruhi warna hasil editing.

White balance berkaitan dengan temperatur warna pada foto. Kondisi pencahayaan tertentu dapat membuat foto terlihat lebih warm atau lebih cool.

Jika foto sudah memiliki warna warm yang kuat dan preset juga memiliki karakter warm, hasilnya bisa menjadi terlalu kuning atau orange.

Sebaliknya, foto yang terlalu cool kemudian diberikan preset dengan karakter tertentu juga dapat menghasilkan warna yang berbeda dari preview.

Jika warna foto terasa tidak sesuai setelah preset diterapkan, periksa kembali bagian Temperature dan Tint.

4. Kamera dan Smartphone yang Digunakan Berbeda

Kamera yang berbeda dapat menghasilkan karakter warna yang berbeda.

Hal ini juga berlaku pada smartphone.

Setiap perangkat dapat memiliki karakter pemrosesan gambar yang berbeda. Ada perangkat yang menghasilkan warna lebih warm, ada yang lebih kontras, dan ada pula yang menghasilkan warna lebih natural.

Ketika preset diterapkan pada foto dari perangkat berbeda, hasilnya bisa terlihat tidak sama.

Karena itu, jangan heran jika sebuah preset terlihat sangat bagus pada contoh foto tertentu tetapi membutuhkan sedikit penyesuaian ketika digunakan pada foto dari perangkatmu sendiri.

5. Warna Objek dalam Foto Berbeda

Warna objek yang terdapat dalam foto juga dapat memengaruhi hasil preset.

Misalnya foto pertama memiliki banyak warna hijau karena terdapat pepohonan. Foto kedua memiliki banyak warna orange karena terdapat bangunan atau lampu.

Ketika preset mengubah warna tertentu, perubahan tersebut akan lebih terlihat pada foto yang memiliki warna tersebut dalam jumlah banyak.

Inilah salah satu alasan mengapa hasil preset tidak selalu sama dengan preview.

6. Warna Kulit Bisa Ikut Berubah

Jika kamu menggunakan preset untuk foto manusia, skin tone merupakan salah satu bagian yang harus diperhatikan.

Preset dengan karakter warm dapat membuat warna kulit menjadi lebih hangat. Dalam jumlah tertentu hal tersebut bisa membuat foto terlihat menarik.

Namun jika terlalu kuat, warna kulit bisa terlihat terlalu orange atau merah.

Karena itu, jangan hanya melihat keseluruhan foto. Periksa juga wajah dan kulit setelah preset diterapkan.

7. Karakter Preset Terlalu Kuat

Ada preset yang dibuat dengan karakter warna sangat kuat.

Misalnya contrast tinggi, saturation tinggi, warna shadow yang kuat, atau perubahan tone tertentu.

Preset seperti ini mungkin terlihat menarik pada foto tertentu, tetapi dapat terasa berlebihan pada foto lain.

Jika hasilnya terlalu kuat, kamu tidak harus langsung mengganti preset. Coba lakukan penyesuaian secara manual.

Cara Mengatasi Preset Lightroom yang Terlalu Gelap

Jika foto menjadi terlalu gelap setelah preset diterapkan, coba lakukan beberapa langkah berikut.

  1. Naikkan exposure secara perlahan.
  2. Periksa bagian shadows.
  3. Perhatikan blacks.
  4. Periksa apakah contrast terlalu tinggi.
  5. Bandingkan hasil sebelum dan sesudah menggunakan preset.

Jangan langsung menaikkan semua pengaturan secara ekstrem. Lakukan perubahan sedikit demi sedikit sampai detail foto kembali terlihat.

Cara Mengatasi Preset Lightroom yang Terlalu Terang

Jika foto menjadi terlalu terang setelah preset digunakan, kamu bisa mencoba menurunkan exposure secara perlahan.

Periksa juga bagian highlights dan whites jika area terang terlihat terlalu kuat.

Tujuannya bukan membuat foto menjadi gelap, tetapi mengembalikan keseimbangan antara bagian terang dan gelap.

Cara Mengatasi Preset yang Terlalu Orange

Jika hasil foto terlihat terlalu orange, langkah pertama adalah memeriksa white balance.

Coba turunkan temperature secara perlahan jika foto terasa terlalu warm.

Jika warna orange masih terlalu kuat, kamu juga dapat memeriksa bagian Color Mix dan menyesuaikan warna orange serta yellow.

Lakukan perubahan kecil agar warna kulit dan objek lainnya tetap terlihat natural.

Cara Mengatasi Preset yang Terlalu Saturated

Saturation yang terlalu tinggi dapat membuat warna foto terlihat sangat mencolok.

Jika hal tersebut terjadi, coba turunkan saturation secara perlahan.

Jangan mengejar warna yang sangat kuat hanya karena terlihat menarik di layar. Untuk sebagian jenis foto, warna yang lebih sederhana justru dapat terlihat lebih natural.

Preset Sebaiknya Digunakan sebagai Dasar Editing

Salah satu cara terbaik menggunakan preset adalah menganggapnya sebagai titik awal dalam proses editing.

Setelah preset diterapkan, lihat kembali foto dan tanyakan:

  • Apakah foto terlalu terang?
  • Apakah foto terlalu gelap?
  • Apakah warna terlalu kuat?
  • Apakah skin tone masih natural?
  • Apakah bagian highlight masih memiliki detail?
  • Apakah shadow terlalu gelap?

Dari situ kamu bisa menentukan pengaturan mana yang perlu diperbaiki.

Tidak perlu mengubah semua pengaturan. Cukup sesuaikan bagian yang memang membutuhkan perubahan.

Jangan Takut Mengubah Preset

Banyak pemula merasa bahwa ketika menggunakan preset, mereka harus membiarkan semua pengaturannya tetap sama.

Padahal tidak demikian.

Preset dibuat untuk membantu proses editing. Setelah diterapkan, kamu tetap bebas mengubah pengaturannya sesuai kebutuhan.

Bahkan perubahan kecil pada exposure, white balance, atau warna tertentu dapat membuat hasil akhir jauh lebih sesuai dengan foto.

Bagaimana Cara Mengetahui Preset yang Cocok?

Tidak ada satu preset yang secara otomatis cocok untuk semua jenis foto.

Karena itu, ketika memilih preset, perhatikan karakter foto yang biasanya kamu edit.

Jika kamu sering mengambil foto outdoor, carilah karakter preset yang sesuai dengan kondisi tersebut.

Jika lebih sering mengambil foto indoor atau portrait, pertimbangkan preset yang memiliki warna lebih mudah disesuaikan dengan kondisi pencahayaan dan skin tone.

Yang paling penting bukan seberapa kuat perubahan warna yang diberikan preset, tetapi seberapa mudah preset tersebut disesuaikan dengan foto.

Tips Agar Hasil Preset Lightroom Lebih Natural

Berikut beberapa kebiasaan sederhana yang bisa membantu mendapatkan hasil editing yang lebih natural.

1. Jangan langsung menaikkan semua warna

Warna yang terlalu kuat tidak selalu membuat foto terlihat lebih bagus.

2. Perhatikan exposure terlebih dahulu

Pastikan foto memiliki tingkat terang dan gelap yang sesuai sebelum terlalu banyak mengubah warna.

3. Cek skin tone

Untuk foto manusia, pastikan warna kulit tidak berubah secara berlebihan.

4. Gunakan before dan after

Bandingkan foto sebelum dan sesudah editing agar kamu mengetahui apakah perubahan yang dilakukan benar-benar membantu.

5. Jangan takut mengurangi efek preset

Jika hasil preset terlalu kuat, lakukan penyesuaian sampai mendapatkan tampilan yang sesuai.

Artikel Lightroom Lainnya

Kalau kamu baru mulai belajar Lightroom, artikel berikut bisa membantu kamu memahami penggunaan preset dari dasar.

Cara Menggunakan Preset Lightroom di HP untuk Pemula

Panduan dasar menggunakan preset Lightroom di HP, mulai dari memasukkan preset hingga melakukan penyesuaian setelah preset diterapkan.

Baca artikel →

Mau Belajar Lightroom Lebih Banyak?

Kalau kamu ingin memperdalam kemampuan editing Lightroom, saya juga membagikan berbagai tutorial, tips, dan pembahasan seputar Lightroom melalui YouTube.

Kamu bisa melihat berbagai tutorial Lightroom melalui playlist berikut.

🎬 Lihat Playlist Tutorial Lightroom →

Kesimpulan

Preset Lightroom tidak selalu menghasilkan tampilan yang sama pada setiap foto, dan hal tersebut merupakan sesuatu yang normal.

Perbedaan pencahayaan, exposure, white balance, kamera, warna objek, dan kondisi foto dapat memengaruhi hasil akhir setelah preset diterapkan.

Karena itu, jangan langsung menganggap preset tidak bagus hanya karena hasilnya berbeda dengan preview.

Cobalah melakukan beberapa penyesuaian sederhana seperti exposure, highlights, shadows, white balance, saturation, dan pengaturan warna lainnya.

Preset sebaiknya digunakan sebagai dasar editing, bukan sebagai hasil akhir.

Semakin sering kamu berlatih, semakin mudah untuk mengetahui pengaturan apa yang perlu disesuaikan pada setiap foto.

Dengan memahami prinsip tersebut, kamu tidak hanya bisa menggunakan preset dengan lebih baik, tetapi juga perlahan akan semakin memahami cara kerja Lightroom secara keseluruhan.

Post a Comment

Previous Post Next Post